Posyandu Ini Sediakan Asupan Gizi Ibu dari ‘Pecel Herbal’ dan Puding Ikan untuk Balita

Pekanbaru – Posyandu yang satu ini memiliki program yang unik untuk penambahan gizi baik ibu hamil dan menyusui dengan program pecel herbal. Ditambah lagi, adanya puding berbahan ikan untuk balita.

Posyandu itu bernama Melati di Desa Tasik Semenai Kecamatan Koto Gasib di Kabupaten Siak, Riau. Di posyandu ini ada 10 kader yang sudah dibina pihak Puskesmas dan Bidang Desa. Sekalipun mereka memiliki program layaknya posyandu pada umumnya, tapi ada yang unik soal asupan untuk ibu dan balita.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, Rozita yang belum lama ini mengunjungi posyandu tersebut, mengatakan, bahwa posyandu Melati ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat desa pihak kecamatan serta mendapat perhatian dari Bupati Siak, Syamsuar.

“Kader-kader posyandu Melati ini menggalakkan makanan balita dari ikan, sedangkan untuk kaum ibu hamil atau menyusui dengan program pecel herbal,” kata Rozita.

Lantas bagaimana sebenarnya puding berbahan dasar ikan untuk Balita tersebut? Menurut Rozita, posyandu Melati ini melaksanakan Forum Peningkatan Komsumsi Ikan Nasional (FORIKAN). Makanan tambahan balita disisipi bahan baku ikan. Ikan yang dipilih pun beragam, ada ikan lele, ikan nila. Ikan ini sangat mudah didapatkan warga desa setempat yang berpenduduk 1.047 jiwa atau sekitar 298 Kepala Keluarga (KK).

Cara memasaknya, ikan tawar tersebut diblender yang nantinya dicampur pada makanan bayi. Bisa juga daging ikan itu dibuat dalam bentuk puding ikan dengan warna warni yang menggoda. Warna warni yang muncul di puding ikan itu tidak menggunakan zat pewarna, melainkan warna warni itu dari sayuran atau buah-buahan.

“Bahan dasar puding biasanya, ada sayur, beras merah, dan santan. Nah para kader menambahkan kembali dengan ikan, Selain puding, bubur bayi juga diberikan tambahan ikan,” kata Rozita.

Puding atau bubur ikan ini akan diberikan para kader posyandu saat menimbang anak. Selain itu, para kader juga membimbing para warga desa untuk membuat sendiri.

Asupan gizi ikan ini sangat bagus untuk perkembangan otak bayi dan anak. Karena ikan banyak mengandung zat yang berguna seperti omega 3 juga vitamin A yang baik untuk mata, dan vitamin D untuk pertumbuhan tulang.

“Jadi posyandu Melati ini menggalkan warga desanya untuk memakan ikan untuk kesehatan,” kata Rozita.

Sedangkan untuk pecel herbal, lanjut Rozita, bahan dasarnya tanaman obat keluarga (toga). Pecel herbal ini berbahan daun kenikir, bunga turi daun bluntas dan sejenis tanaman obat lainnya yang direbus.

“Pecel herbal ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu teritama yang baru melahirkan agar air susu ibu lebih banyak produksinya. Posyandu Melati ini layak menjadi contoh dan memotivasi posyandu lain dalam melaksanakan kesehatan,” kata Rozita.

Selain soal pecel herbal dan puding ikan, Posyandu Melati juga punya program penimbangan Balita, simulasi intervensi deteksi dini tumbuh kembang Balita (SIDDTK). Ada juga penyuluhan kesehatan, pelayanan KB, dan terintregritas dengan PUAD. Bina Keluarga Balita (BKB), kelas ibu hamil dan gerakan sayang ibu.

“Posyandu Melati ini pernah menang pertama dalam penilaian kinerja posyandu se Kabupaten Siak,” kata Rozita.

sumber berita

Read Previous

Kader Posyandu Serang Diberi Hadiah Rp 5,7 Miliar

Read Next

Ini Kegiatan “Posyandu Remaja” Rintisan Vokasi UI